Rahmad Taufik Dalimunthe Ketua Aliansi MATA Desak Pemprov-Sumut Perbaiki Infrastruktur Jalan Provinsi Siharangkarang-Batunadua Kota Padangsidimpuan


 Padangsidimpuan,-

Kerusakan ruas Jalan Provinsi Siharangkarang–Batunadua Kota Padangsidimpuan kembali menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga di wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua itu mengalami kerusakan di berbagai titik, mulai dari aspal yang mengelupas, lubang berukuran besar, hingga genangan air yang menutupi permukaan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan hampir merata di sepanjang ruas jalan. Pengendara, khususnya sepeda motor, terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bermanuver untuk menghindari lubang. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga menghambat distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Ruas Siharangkarang–Batunadua merupakan jalan berstatus jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, pemeliharaan maupun peningkatan kualitas jalan berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi melalui instansi yang membidangi pekerjaan umum.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjalankan kewajibannya membayar pajak kendaraan yang menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data realisasi per 30 Juli 2026, PAD Provinsi Sumatera Utara telah mencapai Rp.3.484.237.120.384,00 atau 50,01 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp.6.967.065.771.493,00.

Dari sektor pajak kendaraan, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah mencapai 41,60 persen dari target. Sementara itu, realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat sebesar 43,88 persen, sedangkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) telah mencapai 50,03 persen dari target. Penerimaan tersebut merupakan bagian dari sumber pembiayaan pembangunan daerah, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.

Rahul Nagamas Hasibuan, warga Mompang yang setiap hari melintasi ruas Jalan Siharangkarang–Batunadua untuk bekerja, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

 "Setiap hari saya melewati jalan ini untuk bekerja. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Banyak lubang besar dan saat hujan lubangnya tidak terlihat karena tertutup air. Kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera memperbaiki jalan ini sebelum memakan korban jiwa," ujarnya ,kamis (06/08).

Hal senada disampaikan Rahmad Taufiq Dalimunthe, yang meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadikan ruas Jalan Siharangkarang–Batunadua sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, masyarakat telah memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak sehingga berhak memperoleh pelayanan publik yang memadai, termasuk tersedianya jalan yang aman dan layak.

 "Masyarakat tetap taat membayar pajak kendaraan yang menjadi sumber pendapatan daerah. Karena itu, pemerintah juga perlu memastikan hasil penerimaan tersebut kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata. Perbaikan Jalan Provinsi Siharangkarang–Batunadua tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran aktivitas ekonomi, dan akses pelayanan dasar masyarakat," tegas Rahmad Taufiq Dalimunthe.

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera melakukan perbaikan permanen terhadap ruas Jalan Siharangkarang–Batunadua, bukan sekadar penanganan sementara. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung konektivitas antar wilayah dan menjaga kelancaran roda perekonomian masyarakat.(tim)



Posting Komentar

0 Komentar