APMB Geruduk Kantor BNNK Tapsel/Padangsidimpuan Terkait Dana Hibah T.A 2024/2025


 Padangsidimpuan,-

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (APMB) yang tergabung beberapa organisasi yakni organisasi GEMPAS, KOMPTABAGSEL dan GEMATARA  melakukan aksi unjuk rasa jilid I (Satu) di depan Kantor BNNK (Badan Narkotika Nasional)  Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu, (11/2).


Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (APMB) mempertanyakan terkait realisasi bantuan dana hibah yang digelontorkan ke Kantor BNN Kabupaten Tapanuli Selatan/Kota Padangsidimpuan dalam Tahun 2024 hingga 2025.


Koordinator aksi menyampaikan bahwa menurut dari hasil investigasi dan Monitoring yang kami lakukan terhadap BNNK Tapsel sebagaimana penerima bantuan hibah tersebut adanya dugaan penyalahgunaan pada anggaran dana hibah T.A 2024-2025 dan kegiatan fiktif pada realisasi penggunaan dana hibah BNNK.

"Kami dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (APMB) menyatakan sikap, adapun beberapa tuntutan kami diantara lain :


1. Meminta kepada PLT. Kepala BNNK Tapanuli Selatan untuk dapat menjelaskan dan membuktikan terkait realisasi kegiatan bantuan dana hibah T.A 2024 DAN 2025.


2. Meminta kepada PLT.KEPALA BNNK Tapanuli Selatan untuk menjelaskan pelaksanaan kegiatan bantuan dana hibah yang kami anggap tidak memiliki korelasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota pemberi bantuan dana hibah?


3. Meminta kepada PLT. KEPALA BNNK Tapanuli Selatan untuk menjelaskan terkait biaya tim assesment terpadu (TAT) yang dibebankan kepada korban penyalahgunaan narkoba yang akan direhabilitasi, sehingga kami duga adanya  perbuatan pungutan liar (Pungli) di tubuh BNNK.


Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bergerak (APMB) berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa pada jilid II dengan massa jauh lebih besar dengan tuntutan yang sama,dan kami juga meminta dan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap realisasi anggaran Dana Hibah BNNK Tapanuli Selatan/Kota Padangsidimpuan T.A 2024-2025.(tim)


Posting Komentar

0 Komentar