Gempar, Oknum Supervisor Security Perusahaan Bridgestone Diduga Bermain Dengan Mafia Getah Karet


 Simalungun,- 

Tersiar kabar diduga oknum salah satu Perusahaan PT. Bridgestone Dolok Melangir Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun melakukan tindakan penggelapan "Getah Karet" dengan salah seorang mafia getah di sekitaran Perusahaan.

Melalui informasi bahwa oknum karyawan Perusahaan Bridgestone tersebut sudah bertahun-tahun melakukan tindakan ilegal, hingga melakukan kerugian pada Perusahaan dan pendapatan buruh anjlok/turun.

Tidak sampai disitu saja, Menurut informasi dari salah satu narasumber disebutkan adanya dugaan kuat bahwa oknum Supervisor Perusahaan bekerjasama dengan penampung getah (Mafia Getah )untuk meraih meraup keuntungan pribadi tanpa diketahui oleh Perusahaan Bridgestone.

Diteruskan, Oknum Supervisor Perusahaan Bridgestone diduga menerima upeti atau setoran dari salah satu Penampung Getah (Mafia Getah) dengan bayaran Rp.2.000.000,00 (Dua Juta Rupiah) setiap Minggu, Di Transfer Penampung Getah melalui rekening anak kandung Oknum Supervisor di Perusahaan Bridgestone.

Ini Sangat disayangkan apabila benar sebab perbuatan tersebut adalah bentuk tindak pidana penggelapan dan korupsi/penyuapan yang telah merugikan Perusahaan Bridgestone.

Berikut adalah jabaran mengenai modus, dampak, dan konsekuensi hukum berdasarkan temuan di lapangan:

1. Modus Operandi (Permainan Orang Dalam) Supervisor memanfaatkan posisinya untuk mengatur rantai pasok. Modus umumnya meliputi:

Manipulasi Timbangan/Volume

Mengurangi data getah yang disetor ke perusahaan, lalu selisihnya dijual ke penampung (penadah) luar.

Manipulasi Kualitas

Menyatakan getah berkualitas rendah, namun menjual getah berkualitas tinggi ke penampung luar.

Penyelundupan Getah

Mengeluarkan getah dari area perkebunan secara ilegal dengan bantuan oknum karyawan lain.

Pembelian Kembali

Penampung menjual kembali getah hasil curian tersebut ke perusahaan dengan harga lebih tinggi, di mana supervisor mendapat keuntungan dari selisih tersebut.


2. Dampak bagi Perusahaan

Kerugian Finansial penurunan pendapatan secara drastis akibat hilangnya volume dan kualitas getah yang disetor. 

Kerusakan Rantai Pasok

Ketidakseimbangan data produksi dan operasional.

Kehilangan Kepercayaan

Merusak moral karyawan lain dan integritas perusahaan. 


3. Konsekuensi Hukum

Supervisor yang terlibat dapat dijerat dengan Tindak Pidana Penggelapan Melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, atau Pasal 374 KUHP jika penggelapan dilakukan oleh orang yang memegang jabatannya (seperti supervisor).

Penyuapan/Korupsi 

Jika perusahaan adalah BUMN, pelaku dapat dijerat UU Tindak Pidana Korupsi.

Sanksi Administratif: Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara tidak hormat. 

4. Tindakan yang diperlukan Perusahaan Audit Internal

Melakukan audit menyeluruh terhadap data timbangan dan arus kas secara mendadak.

Peningkatan Pengamanan

Memperketat pengawasan di stasiun latex (STL) dan pintu keluar-masuk kebun.

Tindakan Hukum

Melaporkan temuan ke pihak kepolisian untuk memproses pelaku dan penadah (penampung getah) guna efek jera. (tim)


Awak media mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut Supervisor Sicurity Perusahaan Bridgestone melalui WhatsApp dengan nomor Handphone +62 853-6020-** pada hari Jum'at,24 April 2026, Pukul 17:15 wib.


Beberapa pertanyaan diantara lain :

1. Apakah benar ini Supervisor sicurity di PT. Bridgestone  yang beralamat di DOLOK MELANGIR Kec. DOLOK BATU NANGGAR, Kab.Simalungun?

2. Sesuai informasi yang kami dapatkan, apakah benar bapak selaku Supervisor security diduga melakukan kerjasama dengan Penampung Getah yang dimiliki Perusahaan Bridgestone Kab.Simalungun?, apa tanggapannya pak.

3. Melalui informasi yang kami dapatkan apakah benar bapak selaku Supervisor security Diduga mendapatkan setoran setiap sekali seminggu sebesar Rp.2000.000,00 (Dua Juta Rupiah) dari salah satu yang diduga "Mafia Getah?, apa tanggapan bapak.

Hingga berita ini naik ke publik dalam kurun waktu 1X24 jam beliau tidak memberikan tanggapan dan jawabannya.(tim)



Posting Komentar

0 Komentar