DPP IPEPMA Desak Kapolda Sumut Usut Tuntas Mafia Minyak di Wilkum Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu

Medan,-

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa ( DPP-IPEPMA ) Labuhanbatu Raya di Medan mengunjungi Markas Polda Sumatera Utara ( Polda Sumut ), dengan resmi menyampaikan pemberitahuan aksi unjuk rasa melalui surat Nomor : III.00285/PEMB/DPP-IPEPMA .LB/B/III/2026, surat yang langsung ditujukan Kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara, Cq. Dir Intelkam Polda Sumatera Utara, yang telah diterima oleh petugas piket. (10/3/26).

‎Ketua Umum IPEPMA Labuhanbatu Raya, Asuriadi Ritonga dalam keterangannya mengatakan ditemukan ada Sebuah gudang yang diduga dijadikan tempat penampungan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi Jenis Pertalite secara ilegal di Sei Kasih Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yang kini menjadi sorotan warga. Mereka berharap aparat penegak hukum tidak hanya tinggal, segera bertindak menutup aktivitas yang dianggap berbahaya dan merugikan negara tersebut.

‎"Menurut informasi dan dilakukan investigasi mendalam, memang ada kami temui gudang yang kita curigai dijadikan tempat  penampungan BBM Diduga Subsidi secara ilegal bang. Maka kita ingin Kapolda-Sumut .memastikan siapa pelakunya dan dapat mengambil tindakan tegas" Ujar Asuriadi di Mapolda Sumut, Jum’at (13/3)

‎Ditempat yang sama, Peje selaku Bidang Humas Ipepma Labuhanbatu Raya yang mendampingi Asuriadi dalam menyampaikan Pemberitahuan, menerangkan Kepada awak media. Gudang yang diduga tempat penampungan BBM Subsidi tersebut sudah lama beraktivitas di Wilayah Hukum Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu, merasa tanpa ada hambatan. Mereka menilai Polres Labuhanbatu menutup mata. Warga sudah tidak nyaman. berharap Kapolda Sumut dan Kapolres Labuhanbatu dapat memberantas dan bertindak tegas terhadap mafia minyak tersebut.

‎" Warga sudah resah bang, namun APH dinilai tidak peduli dengan ketidaknyamanan masyarakat atas adanya Gudang yang diduga tempat aktivitas ilegal itu bang. Makanya kita berinisiatif akan melakukan aksi unjuk rasa mendesak Kapolda Harus Turun tangan untuk memberantas Mafia Minyak di Labuhanbatu". Pungkas Peje Bidang Humas DPP Ipepma.

‎Dalam surat laporan yang disampaikan ke Kapolda Sumut, ada beberapa poin tuntutan aksi, yaitu ;

‎1.Mendesak Bapak Kapolda Sumatera Utara Tangkap dan Penjarakan diduga Pelaku Mafia Minyak Subsidi Jenis Pertalite di Wilayah Hukum Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu, tepatnya di Sei kasih  yang Sudah secara terang – terangan melakukan Penimbunan Minyak Subsidi tersebut.

‎2.Meminta Bapak Kapolda Sumut membentuk tim Khusus untuk melakukan Operasi Penutupan terhadap diduga Gudangan Minyak Ilegal di Sei Kasih Wilayah Hukum Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu.

‎3.Meminta Kapolda Sumut agar Mencopot Kapolres Labuhanbatu dan Kapolsek Bilah Hilir dan Segera lakukan Mutasi ke Luar Darah Sumatera Utara terhadap Kapolres Labuhanbatu yang dinilai Tidak Mampu Menjadi Pimpinan dan Memberantas diduga Pelaku Mafia Minyak tersebut.

‎4.Meminta Kapolda Sumut untuk mengambil Tindakan serius terhadap Pelaku Usaha Minyak subsidi yang Diduga Secara Ilegal di Wilayah Hukum Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu.

‎5.Meminta Kapolda Sumut Juga Harus Memanggil dan Evaluasi Kapolres Labuhanbatu  yang diduga Diam / tidak mengambil Tindakan hukum terhadap dugaan maraknya mafia minyak di wilayah kerjanya. 

‎DPP IPEPMA Labuhanbatu Raya-Medan menegaskan akan, bila aspirasi ini tidak mendapat perhatian dari Polda Sumatera Utara, mereka akan melakukan aksi besar besaran sampai dugaan yang kami sampaikan di usut sampai tuntas dan menangkap pelaku diduga mafia minyak tersebut agar menjadi efek jera bagi pengusaha lainnya. (AZ)


 

Posting Komentar

0 Komentar